doa ketika turun hujan
undanganmagelang.com

Allahumma Shoyyiban Nafi’an

Posted on

Islam adalah agama yang lengkap dan mengatur segala sendi kehidupan. Salah satunya adalah terkait adab dan sunnah ketika turun hujan. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mencontohkan untuk membaca doa allahumma shoyyiban nafi’an ketika hujan beserta adab yang sebaiknya dilakukan.

Doa Allahumma Shoyyiban Nafi’an Arab, Latin Beserta Artinya

Membaca allahumma shoyyiban nafi’an sangat disunnahkan ketika Allah memberi nikmat berupa hujan. Bacaan tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Berikut tulisan lafadz tersebut dalam bahasa Arab, latin dan artinya:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

Allahumma shoyyiban naafi’an

Arti: Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

Ucapan doa tersebut dicontohkan langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau melihat hujan turun. Hal tersebut disampaikan melalui hadist dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radiallahu anha.

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Berdasarkan hadist di atas, Ibnu Baththol menjelaskan bahwa hadist tersebut merupakan anjuran kepada kaum muslimin untuk berdoa saat hujan turun, supaya keberkahan dan kebaikan dari hujan tersebut semakin bertambah dan juga semakin banyak kemanfaatan yang diperoleh.

Al Khottobi mengatakan bahwa air hujan yang mengalir sesungguhnya merupakan suatu karunia.

Hikmah yang Bisa Dipetik dari Turunnya Hujan

Sesungguhnya ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari turunnya hujan. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan karunia dan rahmat berupa turunnya hujan melalui kumpulan awan di langit. Hujan merupakan salah satu tanda-tanda dari kekuasaan Allah Yang Maha Agung.

Mengenai hal ini, Allah menantang manusia untuk menerangkan mengenai air yang kita minum di bumi apakah kita sebagai makhluk yang menurunkannya ataukan Allah yang menurunkannya. Ayat ini bisa dibaca di Al Quran surat Al Waqi’ah ayat 68 sampai 69.

Allah juga menurunkan mengenai turunnya air hujan dari celah-celah awan di Al Quran surat An Naba’ ayat 14 dan Al Quran surat An Nur ayat 43. Tidak dapat dipungkiri bahwa hujan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang dengannya seharusnya manusia bisa memetik hikmah.

Allah juga menjelaskan kepada manusia di dalam Al Quran surat Al Fushshilat ayat 39 bahwa turunnya air di atas bumi dari yang awalnya kering dan gersang menjadi bergerak dan subur adalah salah satu di antara tanda-tanda kebesarannya.

Dari fenomena ini, Allah menjelaskan bahwa Allah-lah Yang Maha Menghidupkan dan Dia-lah yang menghidupkan sesuatu setelah matinya. Allah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dari sini kita bisa mengambil hikmah bahwa hujan adalah rahmat yang diturunkan Allah untuk menghidupkan tanah yang sudah mati.

Amalan yang Disunnahkan Saat Turun Hujan

1. Disunnahkan Berwudhu Menggunakan Air Hujan

Jika air hujan itu mengalir deras, maka kita disunnahkan untuk berwudhu menggunakan air hujan. Berdasarkan hadist dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, apabila air mengalir di lembah maka beliau akan menyeru kepada para sahabat untuk keluar bersama menuju air mengalir di lembah tersebut.

Beliau menambahkan bahwa air yang mengalir di lembah tersebut telah dijadikan oleh Allah sebagai alat bersuci. Para sahabat pun kemudian bersuci menggunakan air tersebut.

2. Dilarang Mencela Hujan

Sebagai seorang muslim kita dilarang untuk mencela hujan karena hujan hakikatnya adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Pemahaman bahwa hujan adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala ini tetap harus diyakini meskipun hujan “seolah” mengganggu aktivitas atau mendatangkan bencana.

Dilarang untuk kita sebagai muslim mengeluhkan hujan yang turun dengan kata-kata keluhan dan celaan. Hal ini karena setiap ucapan kita akan dicatat oleh malaikat yang Allah utus untuk mengawasi kita di sebelah kita.

Selain itu di dalam sebuah hadist, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabda bahwa ada seorang hamba yang hamba tersebut berbicara dengan perkataan yang membuat Allah murka sementara ia tidak pernah memikirkan bahayanya. Hamba itu pun dilemparkan ke neraka Jahannam.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa manusia mencaci maki waktu padahal Allah-lah yang menciptakan waktu dan mengatur waktu. Allah-lah yang mengatur siang dan malam hingga menjadi silih berganti.

3. Berdoa Saat Mendengar Suara Petir serta Angin Kencang

Salah satu amalan yang baik untuk dikerjakan ketika mendengar angin kencang dan suara petir adalah mengucapkan doa sebagai berikut, “Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

Dianjurkan untuk menghentikan pembicaraan atau kegiatan ketika mendengar suara petir atau angin kencang. Kemudian ucapkan doa di atas sebagai bentuk pujian kepada Allah karena rasa takut kepada-Nya.

4. Ambil Berkah dari Air Hujan

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam sangat menganjurkan umatnya untuk mengambil berkah dari hujan karena hujan pada hakikatnya merupakan rahmat dan berkah dari Allah. Mengenai hikmah mengambil berkah dari air hujan tersebut disampaikan oleh sahabat Anas bin Malik radiallahu anhu.

Suatu waktu, sahabat dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah kehujanan. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menyingkap sebagian bajunya hingga terguyur oleh air hujan.

Melihat hal tersebut, para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah mengapa beliau melakukan hal tersebut.

Beliau shalallahu alaihi wa sallam kemudian menjelaskan bahwa beliau melakukan hal tersebut karena hujan tersebut baru saja Allah ciptakan. Para ulama berpendapat bahwa makna perkataan tersebut adalah bahwa hujan itu rahmat yang baru saja Allah ciptakan.

Sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengambil berkah atau bertabaruk dari hujan tersebut. Dari hadist ini, beberapa ulama Syafi’iyyah menganjurkan untuk menyingkap sebagian badan kecuali aurat saat awal turun hujan.

5. Doa adalah Waktu Terbaik Berdoa

Selain disunnahkan untuk membaca allahumma shoyyiban nafi’an ketika turun hujan, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga menganjurkan umatnya untuk berdoa tatkala turun hujan. Hal ini sebagaimana yang dituliskan oleh Ibnu Qudamah di dalam kitab Al Mughni.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk mencari waktu doa yang mustajab di tiga keadaan, yakni:

  • Bertemunya dua pasukan
  • Ketika turun hujan
  • Menjelang dilaksanakannya shalat

Dari hadist tersebut kita bisa melihat bahwa waktu turunnya hujan adalah waktu mustajab untuk berdoa sehingga jangan sia-siakan waktu saat hujan tiba. Ucapkanlah istighar, hamdalah, dan berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala meminta kebaikan.

Doa yang Dibaca Terkait Hujan Selain Allahumma Shoyyiban Nafi’an

Di dalam Islam, selain membaca doa allahumma shoyyiban nafi’an, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga mencontohkan beberapa doa-doa lainnya yang berkaitan dengan hujan. Doa yang terkait dengan hujan seperti doa memohon hujan turun, doa saat hujan turun lebat, hingga selesai hujan.

1. Doa Meminta Hujan Turun

Apabila hujan tidak turun dalam waktu yang sangat lama, maka kita disunnahkan untuk berdoa kepada Allah meminta agar hujan turun. Selain itu, kita juga disunnahkan untuk menjalankan shalat istisqa dan memohon kepada Allah.

Meminta hujan kepada Allah melalui shalat istisqa dan berdoa menunjukkan bahwa kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah. Kita memohon kepada Allah untuk mengangkat musibah yang terjadi di muka bumi dan menggantikannya dengan rahmat yang luas.

Menjalankan shalat istisqa menurut mazhab Hambali dan Syafii adalah sunnah muakkad. Sunnah muakkad artinya sangat dianjurkan untuk dijalankan dalam Islam. Terkait anjuran melaksanakan shalat istisqa dan berdoa agar turun hujan ada di dalam Al Quran surat Nuh ayat 10 sampai 12.

Di dalam Al Quran surat Nuh ayat 10 sampai 12 dijelaskan tata cara dan adab dalam meminta hujan. Pertama-tama kita harus memperbanyak istighfar dan juga bertaubat kepada Allah. Hal ini karena istighfar dan taubat adalah bentuk permohonan ampun kita kepada Allah.

Dosa yang bertumpuk adalah sebab dari terhalangnya doa. Oleh karena itu, taubat dan beristighfar menjadi kunci keberkahan dan terkabulnya doa.

2. Doa Saat Hujan Turun Lebat

Ketika hujan terlalu lebat atau bahkan dirasa akan membahayakan manusia, Anda bisa membaca doa seperti yang dipanjatkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Doa ini beliau contohkan tatkala pada masa itu Allah menurunkan hujan yang sangat lebat setelah sebelumnya Beliau memohon hujan.

Doa ini Beliau shalallahu alaihi wa sallam panjatkan kepada Allah agar cuaca menjadi cerah kembali. Doa tersebut bisa dilihat pada hadist riwayat Al Bukhari nomor 1014 seperti berikut ini:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Arti: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Syaikh Sholih As Sadlan menjelaskan bahwa doa tersebut di atas sebaiknya dibaca tatkala hujan yang turun semakin lebat dan dikhawatirkan bisa menimbulkan bahaya baik itu banjir, longsor, dan sebagainya.

3. Doa Selesai Hujan

Selain berdoa tatkala hujan tidak turun atau saat hujan turun, di dalam Islam kita juga diajarkan bagaimana berdoa kepada Allah sesaat sesudah turun hujan. Hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa salam melalui riwayat Zaid bin Kholid Al Juhani ketika berada di Hudaibiyah.

Hadist ini diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Kholid Al Juhani tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa salam selesai melaksanakan shalat subuh bersama para sahabat di Hudaibiyah. Sebelumnya, hujan turun di tempat tersebut pada malam harinya.

Ketika hendak pergi, Beliau shallallahu alaihi wa salam menghadap ke para jama’ah shalat dan bertanya kepada para sahabat apakah mereka mengetahui apa yang dikatakan oleh Rabb (Allah) kepada mereka? Mendengar pertanyaan tersebut para sahabat menjawab bahwa Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.

Mendengar hal tersebut maka Rasulullah shallallahu alaihi wa salam pun menjelaskan di dalam hadist berikut:

Allahumma soyyiban nafian
undanganmagelang.com

Hadist di atas adalah hadist riwayat Al Bukhari nomor 846 dan Muslim nomor 71. Dari hadist di atas, kita mengetahui dari lisan Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bahwa kita disunnahkan untuk membaca doa ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’  setelah turun hujan.

Doa tersebut berisi pujian dan rasa syukur yang dipanjatkan seorang hamba kepada Allah subahanhu wa ta’ala. Doa tersebut menjadi pembeda antara orang beriman dengan orang kafir yang mempercayai bintang-bintang atau hal-hal gaib di luar Islam.

Melihat besarnya keutamaan dan kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya saat hujan, tentu akan lebih baik apabila kita terbiasa membaca doa allahumma shoyyiban nafi’an di kala hujan. Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah agar hujan yang diturunkan bermanfaat untuk semua hamba-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.