61

Investasi emas Antam di tahun 2022 tetap kompetitif

Posted on

Investasi Antam di emas akan tetap menarik dari sisi investasi. Namun, akan ada hambatan dalam kenaikan suku bunga bank sentral AS dan pemulihan ekonomi global saat badai pandemi Covid melambat.

Kenaikan suku bunga bank sentral AS dan pemulihan ekonomi global akan menahan harga emas. Hal ini wajar, karena harga emas di Indonesia ditentukan oleh harga emas Bank Dunia dan dipengaruhi oleh suku bunga Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Namun untuk investasi emas ANTAM akan tetap menarik, karena nama dan mereknya yang bagus. Selain itu, hingga tahun 2022, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk atau lebih dikenal dengan emas Antam melonjak tajam.

Diketahui harga emas Antam akan melemah sepanjang 2021 setelah emas dunia, namun tahun ini investor ritel optimistis emas akan rebound, khususnya emas Antam.

Menurut data dari situs resmi PT Antam, Logammulia.com, harga emas batangan mengalami kenaikan sebesar Rs 7.000/gram. Emas seberat 1 gram dijual seharga Rs 945.000/bar, meningkat 0,75%.

Demikian disampaikan analis pasar Ariston Sendra di Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Berdasarkan data yang tercatat, PT Antam menjual emas dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% untuk pembelian tanpa NPWP, dan 0,45% dengan NPWP.

Menurut Ariston, banyak bank memperkirakan harga emas dunia berada di kisaran $1.800/troy ounce hingga $2.000/oz tahun ini. Faktor utama pendorong emas tetap suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Yang menarik, katanya, emas masih menguat dalam dua hari perdagangan terakhir meskipun Bank Sentral AS (Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022.

Suku bunga yang lebih tinggi mungkin berdampak negatif pada emas, tetapi spekulasi kenaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan telah gagal mendorong harga emas lebih rendah.

Jadi ini bisa menjadi kabar baik, yang bisa menjadi pertanda bahwa emas akan cukup kuat untuk menahan suku bunga yang lebih tinggi dan bergerak di tahun ini. Jika prediksi kenaikan emas dunia benar, maka harga emas di ANTAM juga akan naik.

Jadi pada dasarnya, pada tahun 2022, emas tetap menarik meskipun ada tekanan global dari AS dan kenaikan suku bunga.

“Dengan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga dua atau tiga kali. Untuk tahun 2022, emas masih terlihat menarik, mengingat sifat emas sebagai aset berisiko rendah dan juga sebagai alternatif investasi,” katanya.

Menurut dia, pada 2022, ekspektasi pasar terhadap The Fed terlihat sangat tinggi, dengan penyelesaian stimulus yang lebih cepat ditambah dengan perubahan suku bunga hingga 3 kali lipat hingga akhir 2022.

Kenaikan suku bunga ini umumnya membuat obligasi menarik karena menawarkan kupon yang lebih baik daripada emas.

“Oleh karena itu, untuk aset emas, pergerakan harga akan lebih menarik bagi yang mencari harga emas murah dan bagi pelaku pasar yang diuntungkan dari fluktuasi harga,” jelasnya.

Dia menambahkan, harga emas turun sepanjang tahun 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi global. Memang, banyak negara mulai bangkit dari cobaan pandemi Covid-19. Akibatnya, peran emas sebagai aset safe haven dihilangkan dan pelaku pasar beralih ke aset berisiko.

Pemulihan ekonomi global juga telah menaikkan suku bunga acuan, yang mengarah pada imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

“Kenaikan suku bunga adalah masalah negatif untuk emas, aset tanpa bunga,” katanya.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi dapat menyebabkan inflasi dan emas cocok sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Akibatnya, pelemahan harga emas kemungkinan akan teratasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.