investasi emas 1

Jenis Investasi yang Harus Dilakukan di Usia 20 Tahun

Posted on

Masa muda merupakan masa terbaik untuk berkembang. Hal tersebut dikarenakan kaum muda memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk melakukan berbagai kegiatan produktif.

Namun, kaum muda tidak boleh puas dengan kondisi ini. Mereka harus terus berinovasi dan mempersiapkan diri dengan baik untuk masa depan. Salah satu hal yang bisa dilakukan yaitu dengan beajar melakukan Investasi.

Menurut Jonathan End, seorang pelatih kehidupan dan pembuat konten, untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan mempersiapkan hari tua, ada sejumlah investasi yang perlu dilakukan kaum muda.

Ada Tiga Jenis Investasi yang Harus Dilakukan Oleh Anak Usia 20 Tahun:

1. Investasikan pada diri sendiri

Bagi generasi muda, khususnya yang baru pertama kali memasuki dunia kerja, penting untuk berinvestasi pada diri mereka sendiri yang bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan mereka. Anda harus berinvestasi pada diri sendiri dengan menambah keterampilan

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh anak muda yang berguna untuk meningkatkan keterampilannya, salah satunya dengan menjaga semangat ingin belajar. Dan mereka yang tidak menolak untuk menerima pengetahuan baru di luar kemampuannya. Berdasarkan penetahuan baru yang mereka miliki inilah, anak muda berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan melebihi penghasilan utama mereka.

salah satu cara berinvestasi pada diri sendiri bisa dilakukan dengan mengikuti kursus menjahit supaya memperoleh keterampilan yang baru. Dalam hal yang lain yaitu , ketika mempelajari bahasa Inggris, maka kita belajar lebih cepat dari sebelumnya.

2. Berinvestasi dalam saham

Sementara itu, investor Indonesia Revan Kurniawan menambahkan, selain meningkatkan keterampilan, kaum muda di usia dua puluhan juga perlu berinvestasi di berbagai sarana investasi, seperti saham.

Menurutnya, melakukan investasi saham berpeluang mendatangkan keuntungan saat ekonomi sedang berkembang. Tidak hanya itu, saat mulai berinvestasi saham, investor juga bisa menikmati dividen yang ditawarkan perusahaan setiap tahunnya.

Namun, dia menegaskan, berinvestasi di saham tidak selalu tentang mencari untung. Karena yang namanya investasi adalah masa pasang surut yang harus dilalui investor. Tidak hanya itu, tegasnya, memasuki instrumen tersebut, ia mencoba menginvestasikan uangnya pada saham-saham blue chip dengan kondisi keuangan yang sangat baik. Hindari masuk ke saham “goreng”, karena dapat menyebabkan investor kehilangan uang. Saham tidak memberikan jaminan keuntungan karena tergolong dalam jenis investasi fluktuatif.

3. Berinvestasi dalam emas

Jenis investasi ketiga yang harus dilakukan sejak usia dua puluh tahun adalah berinvestasi dalam emas. Meski berinvestasi emas tidak berisiko seperti saham, alat ini dinilai jauh lebih aman. Lantaran, investasi emas lebih berkemungkinan meningkat setiap tahunnya dan lebih tepat sebagai investasi jangka panjang.

Investasi emas juga berfungsi sebagai penopang ketika ekonomi sedang tidak berkembang. Misalnya, pada awal pandemi COVID-19, kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh penurunan harga saham. Namun, di sisi lain, kendaraan investasi emas sudah meraup untung di tengah pandemi COVID-19. Di tahun 2020, ketika nilai saham melesat turun, harga emas justru naik.

Jika dilihat sebelum wabah, harga emas per gram sekitar Rp 700.000, tetapi sejak dimulainya pandemi COVID-19, kendaraan investasi telah melonjak hingga Rp 900.000 dengan Rp 1 juta.

Anak muda harus terbuka dengan sarana investasi lain dan tidak terikat dengan tiga hal tersebut. Kita sebagai investor tidak bisa tegas. Mau tidak mau kita harus membiasakan diri dengan semua alat investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.