Pengertian hamba Allah
tribuna.am

Pengertian Hamba Allah

Posted on

Kata hamba allah sering kita temui dalam berbagai macam hal, entah itu donasi, catatan infak dan lain sebagainya. Bahkan sampai saat ini masih saja ada yang menyebutkan namanya dengan sebutan “Hamba Allah” artinya seseorang itu tidak menyebutkan namanya dan nama aslinya.

Di dalam KBBI bahwa arti dari hambar adalah abdi, budak belian sedangkan di dalam KBBI juga arti kata dari hamba allah adalah manusia

Maka dari itu agar dapat memberikan kejelasan secara detail mengenai makna dari hamba allah yang sesungguhnya maka kita harus merujuk kepada ayat-ayat al qur’an, sehingga pengertian yang kita pahami akan menjadi lebih jelas sebagaimana pedoman umat islam yaitu Al Qur’an dan Hadist Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Lalu apa pengertian hamba allah ?

Pengertian Hamba Allah

Pengertian hamba allah singkatnya adalah  abdi, budak belian dan saya hamba allah memiliki harti manusia.

Sedangkan hamba allah menurut bahasa arab seringkali disebut Abdullah yang artinya seseorang yang mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah Ta’ala.

Jika kita gabung keduanya mungkin akan memiliki pengertian hamba allah adalah seseorang manusia yang mengabdikan diri hanya tunduk dan patuh kepada Allah Ta’ala.

Sedangkan hamba allah didalam sebuah catatan infak dan lain sebagainya yang dipakai oleh masyarakat adalah dimaksudka untuk menyembunyikan identitas saja.

Siapa Saja yang Termasuk Hamba Allah ?

Kita sudah tau mengenai pengertian hamba allah. Sekarang timbul sebuah pertanyaan, siapa yang termasuk hamba allah ini ? Jawabannya adalah semuanya yang termasuk makhlk Allah Ta’ala yang berada dibawah pengaturan dan pemeliharaannya adalah hamba allah.

Termasuk semuanya memiliki tempat untuk berpijak dan juga memiliki tempat kesudahan dan semuanya itu berjalan atas kehendak Allah Ta’ala yang telah ditetapkan serta tidaka ada siapapun sedikit pun yang bisa melampaui semua apa yang sudah ditetapkan, mereka juga adalah hamba allah.

Seperti yang sudah disampaikan didalam surat Yaasin ayat 38, Allah ta’ala berfirman :

“Matahari yang selalu berjalan di tempat ia beredar. Hal itu adalah ketetapan yang sudah ditetapkan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui “[ Surat Yaasin Ayat 38]

Jika dilihat dari dalil al qur’an diatas artinya semua makhluk adalah hamba allah. Termasuk kita sebagai manusia harus tunduk, patuh dan taat tehadap apa yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Kita termasuk hamba allah yang wajib menyembah, menghamba, beribadah, mengabdi dna tunduk atas semua kehendak dan ketetapannya.

pengertian hamba Allah yang benar
enjourney.ru

Dalil yang mengatakan kita manusia harus tunduk dan patuh ada pada surat Al Baqarah ayat 21, Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai Manusia ! Sembahlah Tuhan yang telah menciptakanmu dan juga yang telah menciptakan orang sebelum kamu, agar kamu tetap bertakwa “[Surat Al Baqarah ayat 21]

Didalam tafsir Al Azhar juga menjelaskan tentang surat Al Baqarah ayat 21 tersebut bahwa kita sebagai manusia diwajibkan untuk menyembah Allah Ta’ala dan itu adalah termasuk kedalam tauhid uluhiyaah.

Sedangkan ia yang  yang telah menjadikan kita, saudara kita, kerabat kita dan nenek moyang kita tidak menyekutukan Allah Ta’ala dan hal itu juga seringkali disebut sebagai tauhid Rububiyah.

Ada sebuah petuah dari seorang ulama besar yaitu Al Imam Ibnu Taimiyah rahimahumullah mengatakan bahwa “Kesempurnaan makhluk yaitu manusia salah satunya adalah dapat merealisasikan penghambaan diri kepada Allah Ta’ala.

Menghambakan diri kepada Allah Ta’ala adalah termasuk sebuah kedudukan manusia yang memiliki derajat sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala. Kedudukan ini benar – benar kita sebagai manusia menempatkan diri sebagai hamba allah yang sejati. Disalam surat Faathir ayat 15 Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai manusia, sedangkan kamu sangat bergantung dan sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah Ta’ala, berbeda dengan Allah dia lah yang maha kaya dan tidak memerlukan sesutu dari kalian [Surat Faathir Ayat 15]

Bahkan di dalam surat As Sajdah ayat 16 juta menjelaskan tentang hamba allah adalah mereka yang lebih sering menjauhkan lambungnya dari tempat tidurnya sampai mereka meninggal.

Arti dari terjemahan surat as sajdah tersebut bahwa hamba allah adalah orang yang senantiasa mendirikan shalat malam dan mengharapkan rahmat di setiap shalat malanya dan takut terhadap azab yang diberikan Allah Ta’ala.

Para ulama juga menjelaskan bahwa hamba allah adalah yang selalu membelanjakan harta mereka di jalan yang seimbang dan juga selektif sesuai dengan kebutuhan dan kemauan mereka dan tidak berlebihan.

Artinya adalah seorang hamba allah adalah orang yang dapat memposisikan dirinya berada di tengah-tengah dan tidak berlebihan dan tidak pula ada rasa kikir.

Ada seorang sahabat juga yaitu Huzaifah yang menceritakan bahwa Nabi Shallalalhu Alaihi Wassalam pernah berkata bahwa “sangat baik sikap tidak boros dan tidak berlebihan di dalam berkecukupan dan sangat baik jika sifat boros tersebut dalam keadaan tidak punya apa-apa dan dalam hal ibadah juga sangat baik tidak berlebihan”.

Orang yang Paling Sempurna dalam Penghambaan Dirinya Kepada Allah Ta’ala

pengertian hamba Allah

Orang yang paling sempura dalam penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mereka yang mencintai Allah Ta’ala dengan sangat sempurna, sehingga mereka ini akan selalu berlomba dan bersungguh-sungguh didalam setiap amal kebaikan.

Didalam firmannya Allah Ta’ala memuji para Nabi dan Rasul mengenai sifat yang satu ini, firman Allah Ta’ala adalah sebagai berikut,

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka (selalu) berdoa kepada Kami dengan berharap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ (dalam beribadah)” (QS al-Anbiyaa’: 90).

Allah ta’ala juga berfirman didalam ayat yang lainnya yaitu didalam surat As Sajdah yaitu,

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (karena mereka selalu mengerjakan ibadah dan shalat ketika manusia sedang tertidur di malam hari), sedang mereka berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka” (QS as-Sajdah: 16).

Allah juga berfirman dan memuji para sahabat di surat Al Fath, berikut firmannya,

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para Shahabat radhiallahu’anhum) bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda meraka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud” (QS al-Fath: 29).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.