pengertian ulama
muslimskeptic.com

Pengertian Ulama

Posted on

Pengertian Ulama adalah pemuka agama, orang berilmu atau bisa juga disebut dengan seorang pemimpin agama yang memiliki tugas membina, mengayomi dan juga membimbing seluruh umat Islam dari berbagai macam masalah agama maupun masalah sehari-hari.

Namun, jika diterjemahkan dalam makna yang sebenarnya di dalam bahasa Arab, bahwa pengertian Ulama adalah peneliti atau ilmuwan. Tapi, makna dari kata Ulama ini dirubah ketika mulai diserap kedalam bahasa Indonesia dengan makna Ulama adalah ahli dalam ilmu agama Islam.

Pengertian Ulama Secara Harfiyah

Namun, pengertian Ulama secara harfiyah sedikit berbeda yaitu orang yang memiliki ilmu. Jadi, jika kita gabungkan beberapa makna dari pengertian diatas bahwa Ulama adalah sebagai berikut:

  • Ulama bisa dimaknai sebagai seseorang yang menguasai ilmu agama Islam
  • Ulama juga adalah orang muslim yang dapat memahami syariat Islam secara keseluruhan dan secara menyeluruh, seperti yang sudah dijelaskan didalam Al Qur’an dan As-Sunnah
  • Ulama juga adalah sosok yang menjadi teladan umat Islam dalam mengamalkan ilmu agama.
  • Kedudukan Ulama di Tengah Umat Islam

Kedudukan Ulama di tengah umat Islam berada dalam kebaikan, Ulama adalah sosok panglima yang setiap langkahnya diikuti bahkan pendapat, perbuatan dan juga persetujuannya kita ikuti.

Tidak hanya itu, bahkan para malaikat juga meletakkan sayapnya sebagai simbolis keridhoan mereka kepada apa yang telah dilakukan para Ulama. Bahkan, seluruh makhluk meminta ampun kepada Allah Ta’ala untuk para Ulama ini.

pengertian ulama yang benar
undanganmagelang.com

Ilmu yang dimiliki para Ulama ini diberikan kedudukan terbaik dan derajat yang tinggi yaitu derajat muttaqin, sehingga tinggilah kedudukan serta derajat para Ulama di tengah umat Islam.

Hal itu seperti yang dijelaskan firman Allah Ta’ala di surat Al Mujadilah ayat 11:

“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kalian beberapa derajat, dan Dialah yang Maha Mengetahui apa yang Kamu kerjakan.”

(QS. Al-Mujadilah:11)

Nah, jika seorang Ulama memiliki kedudukan dan juga derajat yang sangat tinggi. Maka kita wajib untuk selalu menjaga mereka dan juga mengetahui kedudukan dan derajat mereka yang tinggi.

Seperti apa yang tertuang dalam hadits berikut ini:

Bukanlah bagian dari umatku, seseorang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak-hak para Ulama” Riwayat Ahmad dengan Sanad Jayyid.

Wajib Menjaga Hak-Hak Ulama

Siapa saja diantara kita wajib menjaga hak para Ulama, baik ketika mereka masih ada (hidup) atau ketika mereka sudah meninggal, baik ketika mereka ada dan tidak ada, hak-hak harus ditunaikan dengan hati yang penuh cinta dan penghormatan.

Bentuk penghormatan dan cinta bisa dengan lisan yang penuh untaian pujian dan sanjungan, semangat dalam bekal ilmu mereka serta mengambil setiap faedah dari ilmu tersebut.

Tapi, jika kita melakukan celaan, fitnah kepada para Ulama. Maka kita telah melakukan sebesar-besarnya dosa dan seburuk penghinaan.

Ulama juga bisa diibaratkan sebagai nahkoda di sebuah perahu, pemandu yang tenang dan penerang ketika di dalam keadaan gelap gulita.

Allah berfirman yang artinya:

Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar. Dan mereka adalah orang-orang yang yakin terhadap ayat-ayat kami” (QS.As-Sajdah: 24).

Ulama Lebih Tahu Ilmu

Ulama adalah hujjah Allah ta’ala yang ada di bumi ini, Ulama adalah orang yang lebih mengerti akan ilmu agama dan Ulama adalah penuntun manusia agar tetap mencintai Allah ta’ala dan Ulama juga dapat menuntun kita untuk memperbaiki setiap urusan dunia dan juga akhirat.

Ulama juga memiliki ilmu yang mendalam, sehingga mereka dapat memberikan fatwa dengan analisa yang jitu ketika akan memutuskan sebuah perkara dan persoalan dengan pandangan yang tajam dan progresif.

Para Ulama tidak memutuskan suatu hukum secara serampangan, para Ulama tidak akan mengguncangkan umat Islam dengan fatwa mereka, mereka juga tidak terburu-buru dalam memberikan fatwa tanpa melalui penelitian serta rangkaian pengkajian yang mendalam dan menyeluruh.

Para Ulama juga tidak akan menyembunyikan satu kebenaran pun dari manusia dengan cara berbuat sombong di hadapan manusia yang lainnya.

Seperti dalam sebuah firman Allah didalam surat An Nahl ayat 43, Allah berfirman:

Maka bertanyalah kalian kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kalian mengetahui.” (QS.An-Nahl: 43).

Kita bisa melihat dari ayat-ayat diatas bahwa setiap permasalahan, seperti rasa aman, keburukan, ketakutan, musibah maka kita wajib bertanya kepada para Ulama. Kita tidak buru-buru melakukan tindakan atas pemikiran kita.

Jika kita merasa ragu maka tanyakan kepada para Ulama yang mengetahui berbagai macam perkara dan juga kebaikan untuk orang lain. Siapa yang bersandar kepada para Ulama, maka akan selamat. Sebaliknya jika menentang mereka, maka akan tertimpa mudharat yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.