batu bara kembali diekspor secara bertahap 2

Pentingnya Transisi Yudisial Bagi Afiliasi Untuk ESG

Posted on

Prinsip mengatur perusahaan melalui penerapan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) telah menjadi topik perdebatan untuk bisnis yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Pengelolaan yang bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip ESG diyakini akan berdampak positif tidak hanya pada kinerja perusahaan, tetapi juga pada masyarakat dan lingkungan di mana perusahaan tersebut berada.

Galal, Pendiri dan Komisaris WISESA Social Enterprises, menjelaskan bahwa perusahaan yang mengelola operasinya dengan menerapkan banyak aspek keberlanjutan diharapkan dapat memberikan dampak finansial yang positif.

Jalal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6 Maret 2022): Kinerja keuangan perusahaan.”

Hingga saat ini, hampir semua sektor industri telah mulai menerapkan operasi berkelanjutan, dengan memberikan perhatian khusus pada isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, masyarakat dan tata kelola perusahaan. Sebagai standar dan bukti kepedulian dan komitmen untuk menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip LST, banyak perusahaan menerbitkan laporan keberlanjutan tahunan.

Bagi pihak di luar perusahaan, laporan keberlanjutan ini memberikan informasi tentang tindakan perusahaan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Selain itu, kami meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan dengan menerbitkan laporan keberlanjutan. Industri pertambangan, khususnya tambang batu bara, yang sering dikritik sebagai penyumbang karbon tinggi, telah terlibat dalam penerapan prinsip-prinsip ESG untuk memungkinkan operasi perusahaan yang berkelanjutan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa industri pertambangan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak dan pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batubara pada Selasa (3/3) pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) peluncuran Simbara dan sistem terintegrasi untuk bisnis eksplorasi migas. kegiatan. Minerva) diperkirakan mencapai 124,4 triliun rupee pada tahun 2021.

Nilai tersebut sudah termasuk bea keluar atas pajak dan impor pemerintah tidak kena pajak (PNBP). Ini merupakan pendapatan tertinggi dalam lima tahun terakhir.”

Dia menjelaskan, rekor capaian penerimaan negara di sektor minerba tersebut merupakan imbas dari kenaikan harga komoditas tambang seperti batu bara.

Sementara itu, Jalal terus menambang batu bara di Indonesia yang berdampak besar bagi perekonomian masyarakat sekitar. “Ini tidak hanya menguntungkan ekonomi lokal, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat melalui pajak dan lapangan kerja,” kata Galal.

Jalal menekankan pentingnya transisi yang adil ke industri batubara lokal dalam hal pelaksanaan operasi perusahaan secara berkelanjutan yang akan berdampak pada peningkatan komitmen perusahaan terhadap transisi energi.

“Batubara perlu dikurangi. Tetapi penerapan keadilan harus dilakukan karena definisi antar negara sangat berbeda. Bahan bakar fosil dari negara maju dan negara berkembang seperti Indonesia tidak bisa dikurangi dengan kecepatan yang sama. Negara berkembang seperti Indonesia Masa perak,” kata Galal. transisi yang lebih panjang.

Hal ini karena pada masa transisi, masyarakat yang kehilangan sumber daya ekonomi harus mencari sumber pendapatan alternatif, terutama bagi mereka yang menggantungkan mata pencahariannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan mereka yang bekerja pada batu bara. sektor pertambangan. Pergeseran keadilan juga berkaitan dengan nasib masyarakat konsumen dalam bentuk jaminan akses pasokan listrik yang berkelanjutan.

Dan tiba-tiba banyak orang yang tidak bisa mendapatkan listrik karena efek transisi tersebut. Itu sangat disayangkan,†kata Galal. dikatakan.

Galal mengatakan perlu strategi khusus untuk mengurangi atau menghilangkan dampak negatif yang akan dialami oleh mereka yang selama ini bergantung pada industri batu bara, termasuk konsumen listrik yang biasanya mendapatkan pasokan listrik dari listrik berbahan bakar batu bara selama masa transisi ini. tanaman .

Menurut Galal, para pekerja yang selama ini bergantung pada operasi pertambangan akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka agar tidak tertinggal dalam transformasi industri pertambangan batubara yang mereka tuju.

Artinya, transisi energi harus diterapkan tidak hanya pada bisnis yang hanya perlu beralih ke energi terbarukan, tetapi juga masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada operasi industri energi berbasis fosil.

Mengingat besarnya biaya dan investasi yang diperlukan untuk upaya transisi tersebut, maka tidak heran jika waktu dan durasi transisi di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang pembangkit listriknya masih didominasi oleh pembangkit listrik berbasis fosil, berbeda dengan di negara maju. untuk mencapai masa transisi yang adil.

Jalal menilai transisi yudisial ini belum dipikirkan matang-matang di Indonesia. Jalal juga percaya bahwa transisi energi harus dilihat sebagai transisi yang adil bagi semua pemangku kepentingan. Kehilangan transisi yang adil dalam implementasi ini sama dengan tidak menerapkan operasi keberlanjutan atau mempertimbangkan faktor-faktor LST.

Selama ini Jalal menyambut baik penerapan ESG di banyak perusahaan tambang batu bara, namun menurut dia, kualitas program ESG masih perlu ditingkatkan.

Untuk mendapatkan izin operasi di Departemen Sosial, banyak perusahaan pertambangan batubara memiliki berbagai program keberlanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di daerah tempat mereka beroperasi.

Salah satu contohnya adalah kegiatan keberlanjutan yang dilakukan oleh kontraktor tambang batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) untuk meningkatkan kualitas masyarakat dengan mengembangkan potensi tidak hanya di departemen penambang, tetapi juga pada pekerja perempuan dan istri pekerja. Program Wife Prener BUMA. Ini adalah bentuk praktis dari pemberdayaan perempuan dengan harapan perempuan akan berdaya secara ekonomi dan mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan.

Selain pemberdayaan ekonomi, dalam dunia pendidikan, BUMA berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui ruang profesional BISA dengan memasukkan proses pembelajaran berbasis industri ke dalam kurikulum pendidikannya untuk menjawab tantangan dunia industri. Di bidang lingkungan, BUMA menerapkan Good Mining Practices (GMP) dengan mengurangi emisi dengan menggunakan perangkat Eco-On pada unit peralatan dan terus meningkatkan efisiensi dengan menggunakan kembali air limbah domestik yang digunakan sebagai air baku dan program pengelolaan limbah. saus.

Program Lingkungan Puma adalah contoh tindakan spesifik yang diambil untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi pertambangan dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Contoh lain dapat dilihat melalui inisiatif yang dilaksanakan oleh PT Berau Coal, yang membawa dua PROPER Emas melalui PT Berau Coal Site Lati dan PT Berau Coal Site Sambarata. Dengan menerapkan kerangka Berau Coal Green Mining Systems (BeGEMS) yang terintegrasi dengan prinsip ini, rekayasa pertambangan menjadi baik. Inovasi sosial yang diwujudkan dalam Situs Lati adalah Madunta, emas cair yang diambil dari jantung hutan Kalimantan.

Tujuan dari program ini adalah untuk mencapai kemandirian ekonomi bagi masyarakat adat terpencil Dayak Bunan Basap di Lahti dengan mengembangkan perdagangan madu hutan yang menguntungkan dengan prioritas konservasi. Unsur inovasi sosial yang diterapkan PT Berau Coal meliputi inovasi pengelolaan madu hutan lestari dan pemasaran madu. Kompetensi inti diimplementasikan melalui life cycle assessment (LCA), sensitivitas, dan transfer pengetahuan yang dikembangkan berdasarkan respons bencana terhadap situasi krisis.

Galal melanjutkan upaya Berau Coal untuk inovasi lingkungan, yang meliputi penggunaan panel surya, penambangan salju, lonceng dan sintesis, pabrik pengolahan limbah minyak, pelumasan ginjal, pengembangan pabrik regional, dan reklamasi area bekas tambang menggunakan mirante lokal. tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.