tulisan arab Subhanallah Wabihamdihi
undanganmagelang.com

Dzikir Subhanallah Wabihamdihi

Posted on

Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat yang Maha Baik dan Maha Pemurah. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan banyak sekali cara kepada hamba-Nya yang ingin menambah pundi pahala di dunia. Salah satu amalan luar biasa yang bisa kita aplikasikan adalah dzikir subhanallah wabihamdihi pagi dan petang.

Tulisan Arab, Latin dan Arti Subhanallah Wabihamdihi

Bacaan subhanallah wabihamdihi sesungguhnya adalah salah satu amalan ringan yang mudah untuk diucapkan dan dilakukan setiap saat namun sangat berat di timbangan. Dzikir ringan ini sangat disukai oleh Allah, Ar-Rahman, Yang Maha Penyayang.

Berikut adalah penulisan lafadz dzikir ini secara lengkap baik dalam Bahasa Arab, latin dan artinya.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallahi wa Bihamdih, Subhanallahil ‘Azhim

Arti: Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia

Dalil Disunnahkannya Bacaan Subhanallah Wabihamdihi

Ada banyak hadist yang menunjukkan keutamaan untuk membaca dzikir ini di pagi dan petang hari. Salah satu hadist yang sangat terkenal terkait dengan anjuran melisankan dzikir ini adalah hadist dari Abu Hurairah radiyallahu anhu yang menyampaikan sabda dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu SUBHANALLAHI WA BIHAMDIH, SUBHANALLAHIL ‘AZHIM (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).”

Hadist di atas terdapat di dalam hadist riwayat Bukhari nomor 6682 serta hadist riwayat Muslim nomor 2694.

Selain itu di hadist Riyadhus Sholihin nomor 1451 juga disebutkan hadist dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa barang siapa membaca dzikir tersebut 100 kali di pagi dan petang hari maka tidak akan ada seorang pun yang lebih baik dibandingkan yang dibawa di hari kiamat.

Faedah Hadist Disunnahkannya Dzikir

Dari hadist di atas, kita bisa melihat banyak sekali faedah yang terkandung dari memperbanyak dzikir terutma di waktu pagi dan petang. Berikut adalah beberapa faedah dari disunnahkannya dzikir di atas:

  1. Hadist di atas menunjukkan betapa besarnya keutamaan berdzikir di waktu pagi dan petang.
  2. Berdzikir yang dimaksud di atas adalah mutlak dan berjumlah 100 kali. Namun di akhir hadist menunjukkan bahwa boleh saja menambah jumlah dzikir tersebut sesuai kemampuan
  3. Lebih disunnahkan atau diutamakan untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal itu karena kebiasaan berdzikir mengingat Allah sangat dicintai oleh Allah
  4. Dzikir adalah tabungan yang mudah untuk dilakukan namun sangat berat timbangannya kelak di hari kiamat dimana saat itu harta serta keturunan tidak lagi bermanfaat bagi seseorang kecuali mereka yang datang di hadapan Allah dengan hati yang bersih atau qolbun salim.

Makna Dzikir Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallahil ‘Azhim

1. Makna Kata Tasbih

Kata tasbih yang berarti mensucikan Allah adalah kata “Subhanahallah”. Kata ini mengandung pilar yang sangat agung di antara pilar tauhid lainnya serta pilar di antara rukun Iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dengan mengucapkan kata ini, kita pada hakikatnya telah membersihkan pikiran-pikiran sesat, persangkaan bohong, aib, dan angan-angan rusak kepada Allah azza wa jalla. Pasalnya sebagai manusia, kita mungkin pernah tanpa sadar memiliki pikiran rusak, persangkaan bohong tanpa ilmu atas Allah.

Untuk itulah mengucapkan kalimat tasbih ini sebagai dzikir pagi dan petang akan membersihkan pemikiran rusak tersebut dari dalam jiwa. Jika dilihat dari segi bahasa, kata “Subhanallahu” diambil dari kata “Sabhu” yang bermakna jauh.

Di dalam kaidah Bahasa Arab, jika seorang Arab berkata “Subhana min Kadza”, maka hal tersebut bermakna bahwa sangat jauh sekali dia dari hal itu. Sehingga makna tasbihullah Azza wa Jallah bermakna kita menjauhkan hati dan jiwa dari persangkaan dan pemikiran rusak yang disandarkan kepada Allah.

Kita juga pada hakikatnya membersihkan diri dari semua aib yang disandarkan kepada Allah yang dilakukan oleh orang ateis, kafir dan musyrik. Oleh karena itu, di dalam Al Quran kita menemukan ayat berisi kalimat tasbih setelah sebelumnya Allah mengungkapkan persangkaan rusak manusia.

Contohnya di dalam Al Quran surah Al Mukminun ayat 91. Di dalam ayat tersebut Allah membantah perkataan orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan ada tuhan lain selain Allah.

Di dalam ayat ini Allah membantahnya dan mengakhiri ayat tersebut dengan perkataan “Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu”.

2. Makna Kata Wabihamdihi

Kata wabihamdihi setelah subhanallahu memiliki makna pujian. Secara ringkas, penggabungan antara kata subhanallah dan wabihamdihi bermakna penggabungan antara tasbih serta pujian.

Jika dilihat dari sisi atof dalam nahwu yang berarti mengikuti, maka makna ungkapannya yakni saya bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam kondisi memuji-Nya. Selain itu bisa juga bermakna saya bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan saya juga memuji-Nya.

Jika mengikuti penjelasan Al Hafidz Ibnu Hajar, maka ungkapan wabihamdihi yang diawali oleh huruf “wawu” sehingga maknanya dilihat dari takdirnya adalah saya bertasbih kepada Allah dengan disertai oleh pujian saya kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk memperoleh taufik-Nya.

Mengingat bahwa ucapan dzikir subhanallah wabihamdihi adalah ucapan yang ringan untuk diucapkan dan berat timbangannya, tentu sangat sayang apabila kita menyia-nyiakan kesempatan ini. Anda bisa berdzikir kapanpun Anda ingat di saat sedang bekerja, belajar, ataupun memasak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.